06 October 2008

Re: [media-jogja] HANYA INGIN MEMBANTU:Bagi yang kesasar saat diBALI / YOGYA.

Wah bagus sekali mas. Saya orang jogja dan tahu seluk beluk jogja, saya juga suka bertualang sampe ke pelosok-pelosok jawa dan madura. Meski saya belum ada rencana ke bali tapi saya salut sama kepedulian sosial mas terhadap para pelancong. Semoga kebaikan mas mendapat balasan yang lebih baik lagi. Salam.
 


--- On Wed, 10/1/08, Dyah Dee <dyahdee@gmail.com> wrote:
From: Dyah Dee <dyahdee@gmail.com>
Subject: Re: [media-jogja] HANYA INGIN MEMBANTU:Bagi yang kesasar saat diBALI / YOGYA.
To: media-jogja@yahoogroups.com
Date: Wednesday, October 1, 2008, 12:11 PM

Maturnuwun Mas atas tawarannya ini...
Bermanfaat sekali...
InsyaALLAH kalo jalan2 sampe Bali bisa silaturahmi :)
 
Salam utk keluarga,
 
Dyah.
 


 
2008/9/28 ari Scorpio <arisc1174@gmail. com>
Pura Bali
Saya lahir dan menamatkan SMA di Yogyakarta, saya yakin mampu keliling Propinsi Yogyakarta tanpa tersesat!!
Saya seusai Kuliah sambil bekerja di Jakarta selama delapan Tahun, ditugaskan untuk menjalankan bisnis di BALI sejak awal 1999 hingga 2006 pertengahan. saya yakin mampu keliling Pulau Bali tanpa kesasar!! Apalagi istri saya sejak 1987 hingga 2006 telah menetap diBALI, dan kami bert-KTP BALI.
Pertama, bagi yang berlibur ke Yogyakarta / BALI dan tersesat atau membutuhkan informasi apapun bentuknya, silahkan Hubungi

- HP : 08386 8282 59

atau

- Flexi: 0274 683 9686

Insya Allah saya bisa membantu / menjadi guide by phone atau membantu anda menemukan arah dan lokasi selama di Yogyakarta / BALI.

100% FREE dan 24 Jam Non Stop

Kedua, Selamat libur lebaran, kawan semua.

Terakhir, Bagi yang merayakan, selamat Hari Raya Iedul Fitri 1429H

Minal Aidin Wal Faidzin Mohon maaf Lahir dan Bathin.

Jusananda
0274 683 9686
08386 8282 59




--
Dapur Kue
http://dapurkue. blogspot. com

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jogja] Re: [mediacare] Siaran Pers Pengibaran Bendera Paguyuban Abdi Dalem

 
----- Original Message -----
Sent: Monday, October 06, 2008 4:08 PM
Subject: [mediacare] Siaran Pers Pengibaran Bendera Paguyuban Abdi Dalem

SIARAN PERS KAWULA NGAYOGYAKARTA

Pengibaran Panji-Panji Paguyuban Abdi Dalem Kraton

Selasa tanggal 7 Oktober 2008 jam 14.00 di perempatan Tugu Yogyakarta

Sebagai Simbol "Prasetya Manunggaling Kawula lan Gusti"

Salam Budaya,

Kami informasikan kepada masyarakat luas dan khususnya kepada media massa, bahwa maka pada hari Selasa 7 Oktober 2008 jam 14.00, berbagai elemen masyarakat Yogyakarta yang tergabung dalam Kawula Ngayogyakarta akan menggelar aksi budaya dalam bentuk pengibaran bendera / panji-panji abdi dalem di perempatan Tugu Yogyakarta.

Aksi budaya ini semata-mata dilakukan sebagai bentuk sikap kawula Ngayogyakarta  maneges terhadap Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwono Ingkang Jumeneng Kaping X. Dalam sikap seperti ini, kawula akan senantiasa manunggal dan sendiko terhadap sikap apapun yang akan diambil Ngarso Dalem terhadap masa depan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Adapun panji-panji yang akan dikibarkan adalah :

<!--[if !supportLists]-->1.       <!--[endif]-->Panji Merah Putih

<!--[if !supportLists]-->2.       <!--[endif]-->Panji Paguyuban Abdi Dalem Keprajan / Propinsi Budi Wadu Praja

<!--[if !supportLists]-->3.       <!--[endif]-->Panji Paguyuban Abdi Dalem Kota Yogyakarta Bangun Tolak

<!--[if !supportLists]-->4.       <!--[endif]-->Panji Paguyuban Abdi Dalem Bantul Pandan Binetot

<!--[if !supportLists]-->5.       <!--[endif]-->Panji Paguyuban Abdi Dalem Kulonprogo Pare Anom

<!--[if !supportLists]-->6.       <!--[endif]-->Panji Paguyuban Abdi Dalem Gunungkidul Podang Ngisep Sari

<!--[if !supportLists]-->7.       <!--[endif]-->Panji Paguyuban Abdi Dalem Sleman Mega Ngampak

Ke tujuh panji tersebut akan di pasang berjejer masing-masing satu buah di empat sudut Tugu Yogyakarta mulai hari Selasa (7/10) sampai dengan Sabtu (11/10).

Kemudian pada hari Rabu (8/10) jam 21.00, panji-panji yang telah diperbanyak masing-masing panji paguyuban berjumlah 100 buah (jadi total ada 600 buah), akan ikut dikirabkan dalam Laku Budaya Topo Bisu Mubeng Beteng yang dilakukan oleh segenap abdi dalem Kasultanan dan Pakualaman. Seusai laku budaya, bendera ini akan dibagikan kepada peserta / masyarakat yang hadir untuk dikibarkan di halaman rumahnya masing-masing sampai dengan hari Sabtu (11/10).

Dalam situasi dan kondisi masyarakat saat ini, aksi budaya pengibaran panji-panji di Tugu, sekaligus laku budaya topo bisu mubeng beteng, dan juga pengibaran panji ri rumah-rumah masyarakat, kami maknai sebagai bentuk penghargaan sekaligus kebangaan terhadap simbol-simbol budaya yang dimiliki Yogyakarta. Budaya ini sangat khas, unik dan menjadi bagian dari sejarah Yogyakarta semenjak Hadeging Nagari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada tahun 1755 hingga sampai saat ini ketika Yogyakarta menjadi bagian tidak terpisahkan dari Republik Indonesia sejak diterbitkannya Maklumat 5 September 1945.

Budaya Yogyakarta ini, atau dalam ranah politik materialisasinya berupa status keistimewaan Yogyakarta, merupakan jati diri Yogyakarta. Nah apabila regulasi nasional (Undang-Undang Keistimewaan) nantinya tidak memperhatikan hal ini, betapa telah terjadi pengingkaran terhadap sejarah Yogyakarta. Kawula Ngayogyakarta menyatakan diri menolak sekaligus tidak rela apabila Yogyakarta menjadi obyek eksploitasi elit politik maupun kelompok kepentingan lain yang tidak memiliki pemahaman sejarah budaya masyarakat Yogyakarta.

Demikian siaran pers kami. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih. Salam Budaya.

Yogyakarta Kota Republik,

Senin 6 Oktober 2008

Salam Hormat,

a/n Kawula Ngayogyakarta

Agung Bondok

KOORDINATOR



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jogja] Re: [mediacare] Sultan HB X Mungkin Akan Terima Keppres Besok

 
----- Original Message -----
From: Holy Uncle
Sent: Monday, October 06, 2008 2:11 PM
Subject: [mediacare] Sultan HB X Mungkin Akan Terima Keppres Besok

***Sekalian merundingkan mengajukan diri sebagai cawapres 2009 ? Kenapa tidak ?

***Pasangan SBY - Sultan HB X akan menekan JK dan memudahkan SBY berpolitik.


06/10/08 12:55

Sultan HB X Mungkin Akan Terima Keppres Besok


Yogyakarta (ANTARA NeWs) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan dirinya kemungkinan Selasa (7/10) menerima surat Keputusan Presiden (Keppres) tentang perpanjangan jabatan gubernur DIY yang diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.

"Mungkin Selasa besok (Selasa, 7 Oktober 2008) saya akan datang ke Jakarta untuk menerima Keppres tentang perpanjangan jabatan saya sebagai gubernur DIY," katanya di Yogyakarta, Senin.

Tetapi Sultan tidak tahu jam berapa acara penyerahan Keppres dan juga tidak tahu isi Keppres itu. "Saya juga belum tahu akan diperpanjang berapa tahun," katanya.

Namun, ia tidak akan mempermasalahkan berapa tahun jabatan gubernur DIY diperpanjang. "Diperpanjang dua atau tiga tahun, bagi saya tidak masalah, karena yang terpenting pembahasan Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) DIY segera selesai," katanya.

Menurut dia, jika pemerintah memperkirakan pembahasan RUUK DIY membutuhkan waktu maksimal tiga tahun, semestinya sebelum tiga tahun sudah selesai.

Ia menegaskan dirinya ke Jakarta untuk menerima Keppres perpanjangan jabatan gubernur DIY, dan tidak ada pelantikan. "Ini hanya Keppres perpanjangan jabatan, sehingga tidak ada pelantikan, karena tidak ada jabatan baru," katanya.

Masa jabatan Sultan HB X sebagai gubernur DIY akan berakhir pada 9 Oktober 2008.

Menjawab pertanyaan apakah bersedia `ditetapkan` sebagai gubernur DIY pada `Sidang Rakyat` yang rencananya digelar di halaman gedung DPRD DIY pada Senin (6/10) siang, Sultan mengatakan masalahnya bukan bersedia atau tidak, karena urusan penetapan jabatan gubernur yang memutuskan adalah pemerintah.

Ia juga mengatakan, adanya rencananya sidang rakyat tersebut, dipersilakan, dan dirinya tidak diundang dalam kegiatan itu. "Saya juga tidak tahu apa materi kegiatan tersebut," katanya.

Ketika ditanya apakah untuk menggelar sidang rakyat sudah minta izin kepada dirinya, Sultan HB X menegaskan kegiatan warga masyarakat itu tidak perlu izin dari dirinya, karena kedatangan warga adalah ke DPRD. (*)

http://www.antara.co.id/arc/2008/10/6/sultan-hb-x-mungkin-akan-terima-keppres-besok/


Stay up to date on your PC, the Web, and your mobile phone with Windows Live. See Now
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

05 October 2008

[media-jogja] Fw: [mediacare] UNDANGAN & PRESS RELEASE – Saresehan Membangun Peradaban Baru Indonesia bersama Soetrisno Bachir, Djaduk Ferianto, dan Prof Suminto A Sayuti

 
----- Original Message -----
Sent: Monday, October 06, 2008 9:05 AM
Subject: [mediacare] UNDANGAN & PRESS RELEASE – Saresehan Membangun Peradaban Baru Indonesia bersama Soetrisno Bachir, Djaduk Ferianto, dan Prof Suminto A Sayuti





Hal : UNDANGAN – Saresehan Membangun Peradaban Baru Indonesia bersama Soetrisno Bachir, Djaduk Ferianto, dan Prof Suminto A Sayuti.


Kepada Yth.

Redaksi

Media Cetak/Elektronik/Online

di

Tempat



Dengan hormat,


Komunitas Masyarakat Baru (KMB) -- komunitas yang memiki visi dan kepedulian untuk mencari solusi mengatasi persoalan yang dihadapi bangsa dengan menggunakan pendekatan dan paradigma baru, inovatif & kreatif, dan berfikiran global -- bekerjasama dengan Taman Budaya Yogyakarta akan menyelenggarakan Saresehan  dengan tema "Membangun Peradaban Baru Indonesia", pada:


Hari/tanggal : Selasa / 7 Oktober 2008

Pukul : 13.00 – 17.00 WIB

Tempat : Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Jl. Sri Wedani I Yogyakarta.

Nara sumber : 

Soetrisno Bachir (Politisi & Pengusaha)

  • Prof. DR. Suminto A Sayuti (Guru besar UNJ)

  • G Djaduk Ferianto (Seniman & budayawan)


Sehubungan dengan itu, kami mengundang rekan-rekan media untuk hadir dan meliput acara tersebut.


Apabila memerlukan informasi dari kami dan untuk konfirmasi, dapat menghubungi kami di nomor handphone: 08999093330 email: masyarakatbaru@gmail.com. Sekretariat Panitia Jogjakarta: Jl. Suryodiningratan MJ.II/641 Yogyakarta, Tel. 0274-370213, Fax.0274-418072.


Atas kesediaan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.


Jakarta, 4 Oktober 2008

KOMUNITAS MASYARAKAT BARU





Guntur Subagja Mahardika

Koordinator, 08881638000



--
KOMUNITAS MASYARAKAT BARU
Email: masyarakatbaru@gmail.com
Tel. 021-32194002 Fax. 021-32122210
News Portal: www.inn.co.id



--
KOMUNITAS MASYARAKAT BARU
Email: masyarakatbaru@gmail.com
Tel. 021-32194002 Fax. 021-32122210
News Portal: www.inn.co.id
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jogja] PRESS RELEASE Emha Ainun Nadjib dan Gamelan Kiai Kanjeng Tur ke Belanda

PRESS RELEASE

Emha Ainun Nadjib dan Gamelan Kiai Kanjeng Tur ke Belanda

Emha Ainun Nadjib beserta grup musik gamelan KiaiKanjeng untuk kesekian kalinya mendapat undangan melawat ke luar negeri.  Kali ini giliran negeri Belanda—merupakan prakarsa dan undangan dari Protestant Church Belanda (dilaksanakan oleh Centre for Reflection of the Protestant Church dan Hendrik Kraemer Institute), serta bekerja sama dengan Java Enterprise. Tur akan berlangsung 6 hingga 20 Oktober 2008.

Bertajuk Voices & Visions, Emha dan KiaiKanjeng akan tampil dalam beberapa agenda pementasan musik dan dialog di tujuh kota yakni Den Haag, Amsterdam, Rotterdam, Deventer, Leeuwarden, Windesheim, dan Utrecht. Di sana, selain bertemu dan tampil di depan masyarakat Protestan Belanda, Emha dan KiaiKanjeng juga dijadwalkan bertemu komunitas muslim Belanda.

Di Deen Haag, misalnya, Emha dan KiaiKanjeng akan tampil di gereja Christus Triomfater dan pesta rakyat di Moerwijk, pentas di Theater de Regentes, juga tabligh akbar di Masjid al-Hikmah.  Di Amsterdan Emha dan KiaiKanjeng memenuhi undangan simposium dan pentas musik. Di Deventer, mereka akan bertemu dengan tokoh agama setempat dan menyelenggarakan workshop dan konser mini. Di Leeuwarden dan Windesheim, Emha dan KiaiKanjeng akan terlibat diskusi dengan para mahasiswa dan masyarakat sekitar, tentu dengan iringan musik KiaiKanjeng. Di Rotterdam, Emha dan KiaiKanjeng akan tampil di Universitas Islam Rotterdam. Di Utrecht, mereka akan pentas di Theater de Nobelaer. Sementara di Amsterdam, Emha dan KiaiKanjeng akan bertemu dengan tokoh muslim setempat dan menggelar diskusi dan konser mini di sana, serta mengikuti workshop dan diskusi dengan artis Belanda.   

KiaiKanjeng mempersiapkan nomor-nomor musik dikemas sesuai tema membangun situasi dialogis antarbudaya dan antaragama. Persembahan medley internasional sebagai bentuk sapaan akrab bagi publik antarbangsa, serta akan membawakan lagu yang sedang populer di Belanda namun diaransir ala KiaiKanjeng.
 
Cak Nun juga diminta untuk menyampaikan presentasi di beberapa forum dialog dengan fokus pengembangan dialog antarbudaya dan antar agama. Di forum-forum itu, Cak Nun akan menyampaikan pandangannya tentang Islam dan pluralisme, Islam dan lingkungan hidup, serta alam dan kebebasan beragama, tentu dengan sudut pandang khas Emha.

Rombongan KiaiKanjeng berjumlah 22 orang. Bagi KiaiKanjeng, tur Belanda ini merupakan lawatan ke-9 mereka mengunjungi luar negeri setelah terakhir tampil di Finlandia akhir 2006 silam. Pulang dari Belanda nanti, KiaiKanjeng genap telah hadir dan tampil di 29 kota di luar negeri.

Nuansa Saling Menghormati
Sementara itu pihak Gereja Protestan di Belanda menyatakan bahwa melalui tur ini mereka bermaksud menyumbangkan sikap saling penghargaan antara orang yang beda agama. Sekretaris Jendral Gereja Protestan di Belanda, pendeta Arjen Plaisier, mengatakan: "Gereja kami tidak dipanggil untuk mengabarkan agama Islam, tetapi untuk mendukung percakapan/pertemuan dengan orang yang beda agama secara jujur dan dengan rasa hormat. Emha memakai pendekatan ini juga, seperti mitra-mitra Muslim kami di Belanda. Sekarang ini kami sering mendengar pencirian-pencirian mengenai orang Islam yang tidak bernuansa, malah yang memalukan. Dalam keadaan ini Gereja Protestan ingin memberikan perhatian kepada teladan yang positif."

Bagi Emha dan KiaiKanjeng, tampil di hadapan publik nonmuslim melalui dialog dan pementasan musik bukan hal yang baru, dan dalam kesempatan yang demikian itu, Emha dan KiaiKanjeng berupaya menampilkan tafsir pluralisme ala mereka yakni bahwa orang Islam tidak perlu menyembunyikan identitasnya sebagai muslim pun sebaliknya bagi nonmuslim. Pluralisme adalah saling mengerti siapa diri kita sembari pada saat bersamaan berlomba dalam mewujudkan kebaikan. Itulah di antara yang pernah disampaikan Emha pada saat hadir di Gereja Pugeran Yogyakarta pertengahan tahun 2007 lalu. Di Belanda pun Emha dan KiaiKanjeng membawa semangat yang sama. []  


Syakurun Muzakki
Manajer KiaiKanjeng
0811 267 362



Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

04 October 2008

[media-jogja] Ngeplurk yuk

Ngeblog tapi tidak Ngeplurk, serasa sayur tanpa garam.
 
 
Ngeplurk yuuk..klik disini:
 
 
 
 
Ditunggu ya
 
 
 
salam ngeplurk
 
radityo djadjoeri
plurker
 
 
 
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jogja] Dahsyat!!! Baca Puisi Jawa 4 Hari berturut-turut, Masuk MURI

Swara Kencana Jogja sebagai salah satu komunitas yang bergerak pada
bidang pembuatan programa radio, (Sandiwara, Spot Iklan Layanan
Masyarakat, dll) serta pendukung budaya Jawa merasa terpanggil untuk
ikut mengkondisikan agar masyarakat tetap kritis, kreatif dan
produktif secara budaya.Sastra Jawa, khususnya geguritan, sebagai
intisari budaya Jawa sesungguhnya dapat didayagunakan sebagai pemicu
dan pemacu gairah untuk mengenali, kemudian mencintai budaya Jawa.
Tentu saja untuk sampai ke maksud mulia itu diperlukan upaya
pengemasan yang baru. Jadi, sastra Jawa tidak ditampilkan seadanya
seperti yang selama ini terjadi.
Dalam konteks inilah Swara Kencana Jogja menghadirkan Extreme
Performance : SWARA NJERIT GURIT NJIWIT (The Greatest Javanese Poetry
Reading), akan menampilkan 300 judu geguritan dan akan dibacakan oleh
250 orang. Acara ini akan diangsungkan selama 4 malam 4 malam
berturut-turut, pada Sabtu – Selasa tanggal 25, 26, 27, 28 Oktober
2008, mulai pukul 09.00 tanggal 28 Oktober sampai pukul 09.00 WIB 30
Oktober 2008. Bertempat di Gedung PPPG Kesenian. Tidak kalah
dasyatnya, acara ini juga akan disiarkan langsung secara terus-menerus
oleh Radio Vedac 99 FM PPPPTK Seni dan Budaya Citra Seni Budaya
Indonesia .
Pelaksanaan kegiatan ini akan diusulkan mendapat pengakuan/penghargaan
MURI dengan 4 kategori usulan yakni: 1). Penggagas Ide dari Swara
Kencana Jogja (Dhimas Prasetya, S.Pd) 2). Kepala PPPPTK Seni dan
Budaya Sleman Yogyakarta (dalam hal ini Radio Vedac 99 FM PPPPTK Seni
dan Budaya Sleman Yogyakarta ) 3). Akhir Lusono, S.Sn sebagai Penulis
Gurit sebanyak 300 karya 4). Pembaca Gurit Terbanyak. Kegiatan
tersebut bekerjasama dengan beberapa pihak dan didukung oleh sastrawan
serta seniman Yogyakarta dengan membentuk Tim Kerja Kreatif.


Konfirmasi Acara
085292840345 (Akhir Lusono)


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-jogja/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-jogja/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-jogja-digest@yahoogroups.com
mailto:media-jogja-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-jogja-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[media-jogja] Dahsyat!!! Baca Puisi 4 Hari, Masuk Rekor MURI

Swara Kencana Jogja sebagai salah satu komunitas yang bergerak pada
bidang pembuatan programa radio, (Sandiwara, Spot Iklan Layanan
Masyarakat, dll) serta pendukung budaya Jawa merasa terpanggil untuk
ikut mengkondisikan agar masyarakat tetap kritis, kreatif dan
produktif secara budaya.Sastra Jawa, khususnya geguritan, sebagai
intisari budaya Jawa sesungguhnya dapat didayagunakan sebagai pemicu
dan pemacu gairah untuk mengenali, kemudian mencintai budaya Jawa.
Tentu saja untuk sampai ke maksud mulia itu diperlukan upaya
pengemasan yang baru. Jadi, sastra Jawa tidak ditampilkan seadanya
seperti yang selama ini terjadi.
Dalam konteks inilah Swara Kencana Jogja menghadirkan Extreme
Performance : SWARA NJERIT GURIT NJIWIT (The Greatest Javanese Poetry
Reading), akan menampilkan 300 judu geguritan dan akan dibacakan oleh
250 orang. Acara ini akan diangsungkan selama 4 malam 4 malam
berturut-turut, pada Sabtu – Selasa tanggal 25, 26, 27, 28 Oktober
2008, mulai pukul 09.00 tanggal 28 Oktober sampai pukul 09.00 WIB 30
Oktober 2008. Bertempat di Gedung PPPG Kesenian. Tidak kalah
dasyatnya, acara ini juga akan disiarkan langsung secara terus-menerus
oleh Radio Vedac 99 FM PPPPTK Seni dan Budaya Citra Seni Budaya
Indonesia .
Pelaksanaan kegiatan ini akan diusulkan mendapat pengakuan/penghargaan
MURI dengan 4 kategori usulan yakni: 1). Penggagas Ide dari Swara
Kencana Jogja (Dhimas Prasetya, S.Pd) 2). Kepala PPPPTK Seni dan
Budaya Sleman Yogyakarta (dalam hal ini Radio Vedac 99 FM PPPPTK Seni
dan Budaya Sleman Yogyakarta ) 3). Akhir Lusono, S.Sn sebagai Penulis
Gurit sebanyak 300 karya 4). Pembaca Gurit Terbanyak. Kegiatan
tersebut bekerjasama dengan beberapa pihak dan didukung oleh sastrawan
serta seniman Yogyakarta dengan membentuk Tim Kerja Kreatif.


Konfirmasi Acara
085292840345 (Akhir Lusono)


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-jogja/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-jogja/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-jogja-digest@yahoogroups.com
mailto:media-jogja-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-jogja-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

03 October 2008

[media-jogja] Press Release Peringatan 100 th Kongres I BO

PRESS RELEASE

PERINGATAN 100 TAHUN

KONGRES PERTAMA BOEDI OETOMO

Orasi Kebangsaan

SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X

MENUJU INDONESIA MULIA

DASAR PEMIKIRAN

Gerakan Boedi Oetomo, lahir pada tanggal 20 Mei 1908, merupakan organisasi pertama yang berwawasan kebangsaan. Gerakan ini dirintis dan dibangun oleh para pemuda bumi putera yang saat itu sedang menempuh pendidikan dokter pada School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Batavia. Walaupun belum secara tegas, namun pada saat itulah mulai disadari pentingnya persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia dalam menuju cita-cita Indonesia Merdeka. Semangat inilah yang kemudian mengkristal dan mendorong kelahiran Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang terwujud dalam tekad "Satu Nusa, Satu Bangsa dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia".

Menjadi fakta sejarah yang penting untuk dipahami oleh generasi muda, bahwa para pendiri gerakan Boedi Oetomo bukanlah para dokter tetapi para pemuda pelajar calon dokter yang sedang menempuh pendidikan di STOVIA yang diselenggarakan oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Menyadari pentingnya arti kelahiran Boedi Oetomo dalam perjalanan kehidupan Bangsa Indonesia yang berdaulat, maka pada tahun 1948 oleh Presiden Soekarno, hari kelahiran Boedi Oetomo ditetapkan sebagai "Hari Kebangkitan Nasional" dan diperingati oleh segenap Bangsa Indonesia.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah "Apakah arti Kebangkitan Nasional pada konteks kekinian?"

Gerakan Boedi Oetomo adalah contoh perwujudan pemikiran cerdas para pemuda yang melampaui dimensi waktu pada saat itu, yaitu keinginan untuk mewujudkan Bangsa Indonesia yang mulia, berdaulat dan sejahtera di masa depan. Cetusan pemikiran tersebut muncul dalam suasana yang sangat tidak mendukung karena selalu diawasi dan dicurigai oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Kongres I Boedi Oetomo, yang berlangsung tanggal 3-5 Oktober 1908 di
Yogyakarta, telah dicatat sebagai fakta sejarah, bahwa dalam peristiwa
tersebut, pluralitas di wilayah jajahan Hindia Belanda untuk pertama kalinya diakomodasikan. Kongres mampu menampung pikiran-pikiran dan semangat para pemuda dan pelajar dari berbagai wilayah,yang kemudian hari kita kenal sebagai teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pelaksanaan Kongres telah menghasilkan usulan-usulan yang secara nyata,
jelas, dan tegas, bukan hanya sekedar merumuskan kepedulian gerakan Boedi Oetomo terhadap keadaan masyarakat jajahan pada masa itu tetapi sekaligus dapat memberikan rekomendasi tentang kondisi bangsa kepada Pemerintah Hindia Belanda.

Kongres tersebut melibatkan kurang lebih 300 orang peserta dari berbagai
kota, berbagai latar belakang budaya dan paham. Hal itu menyemaikan
benih-benih kesadaran baru yang selanjutnya bersemi pada 28 Oktober 1928 dan melahirkan Sumpah Pemuda yang lintas suku, lintas agama, dan budaya. Proses gerakan yang berlangsung selama 20 tahun, sejak berdirinya Boedi Oetomo hingga Sumpah Pemuda 1928, telah menumbuhkan dan melahirkan kesadaran, persatuan, dan kesatuan anak bangsa yang saat itu masih terjajah. Keberanian para pemuda mampu mengatasi tekanan sosial-politis yang dilakukan penguasa pada saat itu.

Semangat dan jiwa yang berkembang dalam pelaksanaan kongres, sekaligus memperhatikan rekomendasi hasil kongres, secara nyata dapat diketahui bahwa paham, nilai-nilai, komitmen, yang dianut dan dijadikan dasar oleh gerakan Boedi Oetomo, sangat mendasar, bermutu, visioner, serta masih sangat relevan, untuk menjawab permasalahan bangsa saat ini. Nilai-nilai inilah yang harus diwariskan kepada generasi muda Bangsa Indonesia yang akan menerima tongkat estafet perjalanan bangsa menuju Indonesia Mulia.

TUJUAN PENYELENGGARAAN

Dengan dasar pemikiran diatas, Panitia Peringatan 100 Tahun Kongres Pertama Boedi Oetomo bermaksud mengungkap & menggali nilai-nilai luhur tersebut, untuk dirumuskan dalam konsepsi reflektif kesadaran kebangsaan, yang sesuai dengan kondisi dan situasi saat ini dan di masa mendatang. Sebuah upaya menumbuhkan & menanamkan nasionalisme berdasarkan kearifan budaya lokal, dalam menghadapi tantangan tata kehidupan dunia yang baru, pada generasi yang akan meneruskan bangsa ini menuju Indonesia Mulia.

Dalam rangka memperingati dan menggali sejarah semangat Boedi Oetomo inilah maka panitia 100 TAHUN KONGRES I BOEDI OETOMO, mengadakan acara Pameran, Renungan dan Sarasehan.

LOKASI PERINGATAN

Dengan pertimbangan historis, seluruh acara peringatan, yaitu :

1. Pameran "Jejak Perjuangan Boedi Oetomo"

2. Renungan & Orasi Kebangsaan

3. Sarasehan "Menuju Indonesia Mulia"

dipusatkan di Aula Boedi Oetomo SMA Negeri 11 Yogyakarta Jalan
AM. Sangaji No. 50 Yogyakarta, tepat di tempat Kongres Pertama Boedi Oetomo diselenggarakan satu abad yang lalu, yang dahulu merupakan Kompleks merupakan Sekolah Pendidikan Guru Yogyakarta ( Kweekschool voor Inlander Onderwijzers ).

KEGIATAN DAN WAKTU PENYELENGGARAAN

A. PAMERAN JEJAK PERJUANGAN BOEDI OETOMO

Tanggal: 5 – 30 Oktober 2008

Tujuan :

Sebagai upaya sosialisasi dan publikasi atas dokumen dan foto foto dari
aktivitas Gerakan Boedi Oetomo pada awal masa berdirinya.

B. RENUNGAN & ORASI KEBANGSAAN

Hari/Tanggal: Minggu, 5 Oktober 2008

Waktu : 19:00 WIB - Selesai

Pelaksanaan:

· Dikemas dalam acara budaya dan renungan bersama, sebagai upaya
untuk menanamkan semangat dan nilai-nilai luhur Boedi Oetomo. Nilai yang telah mampu menyatukan kebhinekaan berdasar kearifan lokal yang 20 tahun kemudian melahirkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

· Orasi Kebangsaan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

· Sepanjang rangkaian acara akan diiringi mini orchestra pimpinan
Singgih Sanjaya.

Peserta: Seluruh anak bangsa, diutamakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa, sebagai kader penerus cita-cita bangsa.

C. SARASEHAN MENUJU INDONESIA MULIA

Hari/Tanggal: Rabu, 22 Oktober 2008

Waktu : 16:00 – 22:00 WIB

Maksud & Tujuan :

Menggali dan mengungkap fakta serta nilai-nilai luhur dari semangat gerakan Boedi Oetomo, serta relevansinya terhadap kehidupan berbangsa kini, yang selanjutnya akan dirumuskan dalam konsepsi pemikiran, sebagai kontribusi dalam perjuangan mengisi kemerdekaan untuk mencapai Indonesia Mulia.

Pembicara:

· DR. Anhar Gonggong

· Ana Mustamin (AJB Bumi Putera 1912)

· Ir. Bambang Eryudhawan, IAI

· Anies Baswedan, PhD

· Drs. Adi Ekopriyono, MSi

· Drs. R. Sudomo Sunaryo

Dikeluarkan di : Yogjakarta

Pada tanggal : 27 September 2008

Satrio Budi Pramono


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-jogja/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-jogja/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-jogja-digest@yahoogroups.com
mailto:media-jogja-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-jogja-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/

[media-jogja] Pameran Gangsingan Interenasional di Yogya

Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan
berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang
ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain
merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan
untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari
plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga
menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon,
sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang
tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang
memainkan.

Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar
terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki
(paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing
berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek
giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan
terjatuh secara kasar ke permukaan tanah.

Gasing memiliki beragam bentuk, tergantung daerahnya. Ada yang bulat
lonjong, ada yang berbentuk seperti jantung, kerucut, silinder, juga
ada yang berbentuk seperti piring terbang. Gasing terdiri dari bagian
kepala, bagian badan dan bagian kaki (paksi). Namun, bentuk, ukuran
danbgain gasing, berbeda-beda menurut daerah masing-masing.

Gasing di Ambon (apiong) memiliki kepala dan leher. Namun umumnya,
gasing di Jakarta dan Jawa Barat hanya memiliki bagian kepala dan
paksi yang tampak jelas, terbuat dari paku atau logam. Sementara paksi
gasing natuna, tidak nampak.

Seperti apa bentuk Gasingan dari berbagai negara, maka saksikanlah
Pameran Gasingan Internasional di Taman Budaya Yogyakarta. Pemran
gasingan ini merupakan salah satu rangkaian acara dari FESTIVAL SENI
ANAK 2008 yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Yogyakarta


Pembukaan (Minggu, 2/11/2008, pukul 10.00 WIB)
· Tari Golek
· Tari Rewe-rewe

Acara Reguler
· Pameran Gasing Internasional
· Pameran Senirupa, Bursa Buku, Mainan Anak
· Pemutaran Film Anak

Acara Pendukung Utama
· Seminar Nasional –
· Workshop Teater-Seni Rupa --
· Worksop Tari-teater ---
· Dongeng Anak ---

Pentas Anak (Panggung Terbuka/Halaman TBY, mulai 16.00 WIB-Seleseai)
· Minggu, 2 November 2008 : Ansambel Musik Tradisi, Langen carito,
tari Pedang-pedangan
· Senin, 3 November 2008 : Langen Carito, Dalang Anak
· Selasa, 4 November 2008 : Langen Carito, Pentas Anak BBM
· Rabu, 5 November 2008 : Tari Nusantara, Wayang Kancil
· Kamis, 6 November 2008 : Jathilan Anak (Minggir, Sleman), Teater
Anak (Pojok Dolanan)

Penta Anak Gedung Tertutup (Sosieted TBY)
· Minggu, 2 November 2008 : Pagelaran Operet AFC `Pangeran Yang
Berbahagia'
· Senin, 3 November 2008 : Pentas Operet Anak-anak Taman Siswa
· Selasa, 4 November 2008 : Kethoprak Anak-anak
· Rabu, 5 November 2008 : Pagelaran wayang Bocah (Yayasan Among
Bekso Sasminto M)
· Kamis, 6 November 2008 : Konser Musik AMARI

*) Penyelenggara Taman Budaya Yogyakarta
**) Konfirmasi Acara 08170419881(Bu Eka)


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-jogja/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-jogja/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-jogja-digest@yahoogroups.com
mailto:media-jogja-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-jogja-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/